Asik OriginalMulai
Rp 6.395.000
Labengki & Sombori, Sulawesi Tenggara

"Raja Ampat-nya Sulawesi": karst batu kapur, laguna tersembunyi, gua laut, dan desa orang Bajo — semua dalam jangkauan dari Sulawesi.
Siapa pun yang menyukai pemandangan karst Raja Ampat di Papua Barat namun enggan menempuh perjalanan dua hari, akan menemukan padanannya di Labengki dan Sombori: kerajaan kepulauan dari tebing batu kapur, laguna berwarna cat air, dan beberapa terumbu paling sehat di Sulawesi — bisa dicapai dalam setengah hari dari Kendari atau Morowali.
Labengki adalah etalase: Love Bay (laguna berbentuk hati), Blue Lagoon, dan titik pandang Kimaboe adalah klasiknya. Sombori lebih ke utara, lebih liar dan lebih sepi: pendakian ke Puncak Kayangan saat matahari terbit, gua Goa Berlian dan Goa Allo, desa Bajo Mbokita tempat keluarga-keluarga masih tinggal di rumah panggung di atas air.
Akses: penerbangan domestik Jakarta–Kendari (KDI) 2 jam 40 menit, atau Jakarta–Morowali (MOH) 2 jam 50 menit, dilanjutkan transfer perahu 1,5 sampai 3 jam.
Waktu terbaik: April hingga November. Sombori sebagai tur sehari hanya realistis dari Morowali; dari Kendari kami rencanakan minimal 2 hari 1 malam.
Labengki dan Sombori adalah dua gugusan pulau karst di lepas pantai Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, dipisahkan sepenggal laut terbuka dan biasanya dikunjungi bersamaan dalam satu perjalanan kapal. Orang menyebut kawasan ini Raja Ampat mini, sebutan yang meremehkan geologinya dan melebih-lebihkan kemudahan mencapainya. Menara-menara batu kapurnya menjulang langsung dari air hijau yang dangkal, berlubang-lubang oleh gua dan laguna tersembunyi yang dimasuki dengan menunduk lewat celah batu.
Hampir tak ada yang datang ke sini. Tidak ada resor, tidak ada pusat selam, tidak ada kapal terjadwal: Anda mencarter, tidur di rumah panggung atau di kapal, dan bandara terdekat berjam-jam perjalanan darat. Justru di situlah daya tariknya. Sebagai imbalan perjalanan panjang, Anda mendapat laguna tempat kapal Anda satu-satunya, kima raksasa di perairan dangkal Labengki Kecil, dan kampung-kampung di atas air tempat ekonomi pariwisata belum tiba.
Ciri khas kawasan ini. Beberapa pulau karstnya mengurung laguna yang hanya bisa dimasuki lewat gua rendah atau celah sempit, jadi Anda masuk dengan kayak atau berenang saat pasang yang tepat. Air di dalamnya rata seperti kaca dan warnanya berbeda dari laut di luar.
Hamparan dangkal kima raksasa terletak di air jernih dekat pantai, sebagian jauh lebih dari satu meter lebarnya. Snorkelingnya mudah, tanpa arus, dan inilah satu-satunya perhentian yang cocok bahkan untuk pemula sama sekali.
Beberapa menara punya jalur panjat kasar sampai ke atas, sepuluh sampai tiga puluh menit batu kapur tajam dan akar pohon. Pemandangannya merangkum seluruh gugusan pulau sekaligus, sesuatu yang tak tersampaikan oleh foto mana pun dari permukaan laut. Pakai sepatu bersol cengkeram; batunya menyayat.
Permukiman Bajau berdiri di atas panggung di atas air, dicapai dengan kapal dan masih hidup terutama dari melaut. Kunjungan berlangsung tenang dan singkat. Datanglah bersama pemandu yang mengenal warganya, bukan muncul tanpa pemberitahuan.
Gua setinggi permukaan air terbuka ke ruang yang bisa Anda renangi atau dayungi, sebagian dengan celah cahaya tempat atapnya runtuh. Kondisinya bergantung pada pasang dan gelombang, jadi urutan perhentian berubah dari hari ke hari.
Alternatif dari tidur di kapal. Kamar sederhana di atas panggung di atas air, kamar mandi bersama, ikan untuk makan malam. Sederhana, dan justru itulah yang membuat perjalanan terasa sebagai sebuah tempat, bukan sebuah jadwal.
Pemandangan karstnya benar-benar sebanding dan lagunanya tak kalah. Selamnya tidak: Raja Ampat punya terumbu jauh lebih kaya dan infrastruktur selam yang sesungguhnya. Labengki dan Sombori adalah perjalanan snorkeling dan bentang alam, dengan biaya sepersekian dan pengunjung sepersekian.
Tiga hari dua malam mencakup laguna utama dan kima raksasa. Empat atau lima hari memungkinkan Anda mencapai gua dan kampung Sombori yang lebih jauh tanpa berpindah setiap hari, dan di situlah perjalanan berhenti terasa terburu-buru. Dua malam adalah minimum praktis mengingat lamanya perjalanan ke sana.
Untuk laguna dan hamparan kima, tidak. Snorkelingnya dangkal dan terlindung, dan pelampung sudah standar. Beberapa mulut gua menuntut renang pendek melewati celah rendah, dan itu bersifat pilihan serta mudah dilewati kalau Anda lebih suka tetap di kapal.
Timbul tenggelam sampai tidak ada sama sekali di sebagian besar pulau. Siapkan diri untuk luring sepanjang perjalanan dan beri tahu orang rumah sebelum berangkat. Kendari dan Luwuk normal dalam hal ini.
Asik OriginalMulai
Rp 6.395.000
Labengki & Sombori, Sulawesi Tenggara
Asik OriginalMulai
Rp 6.200.000
Labengki & Sombori, Sulawesi Tenggara
Asik OriginalMulai
Rp 4.720.000
Labengki & Sombori, Sulawesi Tenggara
Asik OriginalMulai
Rp 4.100.000
Labengki & Sombori, Sulawesi Tenggara
Tempat-tempat yang layak dijadikan pusat hari perjalanan. Buka salah satu untuk panduan lengkap.
natureKolam air asin yang tenang, terselip di balik bebatuan, jauh dari laut lepas.
Baca panduan
snorkel siteLaguna tenang di sebelah desa Bajo di mana terumbu karang konservasi melindungi kima (kerang raksasa) Tridacna yang besar.
Baca panduan
islandPulau kecil berpasir putih untuk berenang dan beristirahat di sela titik-titik pandang karst.
Baca panduan
snorkel siteSnorkeling santai yang mudah, langsung dari dermaga Mbokita dan terumbu di sekitar Sombori.
Baca panduan
viewpointPanjatan pendek dan berkeringat menuju panorama klasik Sombori berupa pulau karst dan alur laut biru.
Baca panduan
viewpointLaguna yang terlihat seperti bentuk hati ketika Anda memanjat batu di atasnya.
Baca panduanLabengki-Sombori indah, tetapi tidak murah jika dibuat privat. Pilih base, kapal, dan jumlah hari dengan jujur.
Baca artikel Mulai di siniSepuluh tempat yang benar-benar terpencil di Indonesia, dari pantai granit Belitung dan pulau karst Labengki hingga sabana Sumba dan desa di atas awan Wae Rebo. Untuk apa Anda ke sana, seberapa sulit masing-masing dijangkau, dan kapan pergi.
Baca artikel