Asik OriginalMulai
Rp 1.500.000
Labengki, Sulawesi Tenggara

Panjatan pendek dan berkeringat menuju panorama klasik Sombori berupa pulau karst dan alur laut biru.
Puncak Kayangan adalah foto yang dicari semua orang saat datang ke Sombori. Dari sebuah dermaga kayu, Anda mendaki jalur kecil yang curam berisi akar dan batu kapur tajam selama kira-kira lima sampai sepuluh menit, dan imbalannya adalah pemandangan luas ke puluhan pulau karst hijau yang duduk di air toska pucat. Orang membandingkannya dengan Wayag di Raja Ampat, dan kemiripannya cukup beralasan.
Sebenarnya ada dua puncak, sering diberi label Puncak Kayangan 1 dan Puncak Kayangan 2, masing-masing memberi sudut yang sedikit berbeda ke labirin batu dan alur air di bawahnya.
Batunya tajam dan beberapa meter terakhir butuh kedua tangan, jadi rasanya lebih seperti panjatan singkat daripada pendakian. Naiklah, ambil foto Anda, lalu berikan giliran pada rombongan berikutnya untuk memakai teras sempit di puncaknya.
Cara ke sana
Tempat ini hanya dicapai dengan perahu sebagai bagian dari perjalanan Labengki dan Sombori. Sebagian besar perjalanan berangkat dari Kendari (45 menit sampai satu jam berkendara ke pelabuhan di sisi Tapuemea atau Molore, lalu satu jam dengan speedboat atau sekitar tiga jam dengan perahu kayu), sementara sebagian berangkat dari sisi Morowali dan Bungku; bagaimanapun juga perlu beberapa jam berperahu. Dari titik menginap Anda, Puncak Kayangan hanya jarak singkat menuju gugusan pulau Sombori.
Waktu terbaik
Incarlah pagi-pagi sekali, baik untuk cahaya yang lebih lembut di atas pulau-pulau itu maupun untuk menghindari panas dan kerumunan di puncaknya yang sempit. Musim kemarau, kira-kira April sampai November, memberi laut paling tenang untuk perjalanan perahunya.
Perlu diketahui
Kenakan sepatu yang layak dan bercengkeraman baik, bukan sandal jepit, karena batu kapurnya tajam dan jalurnya curam. Drone menangkap inti pemandangannya secara utuh, tetapi tanyakan dulu pada pemandu Anda, dan bawa air karena tidak ada teduhan di puncak.
Pendek, hanya sekitar lima sampai sepuluh menit, tetapi curam dan berbatu dengan panjatan memakai tangan menjelang puncak. Kebanyakan orang dengan kebugaran wajar bisa melakukannya tanpa masalah asalkan memakai alas kaki yang memadai.
Keduanya adalah dua titik pandang terpisah yang berjarak dekat, masing-masing memandang gugusan pulau dari sudut yang sedikit berbeda. Banyak perjalanan hanya mendaki salah satunya, dan fotografer yang serius mendaki keduanya.
Biasanya bisa, dan itu cara terbaik untuk menangkap skala labirin karstnya. Tanyakan pada pemandu Anda, karena kondisi dan aturan setempat bisa berubah.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan