
Kota bersejarah perdagangan rempah tempat bangsa Eropa memperebutkan pala, kini menjadi kota yang tenang dan ramah pejalan kaki.
Banda Neira adalah kota utama di Kepulauan Banda dan pusat bersejarah perdagangan pala yang memicu peperangan antara bangsa Belanda, Inggris, dan Portugis demi memperebutkan pulau-pulau kecil di Laut Banda ini. Semua situs bersejarah dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar lima belas menit dari pelabuhan: Benteng Belgica di atas bukit, reruntuhan Benteng Nassau di tepi pantai bawah, Istana Mini, Gereja Zion Belanda, dan Museum Rumah Budaya.
Kota ini sangat menarik jika Anda mengetahui sejarah di balik bangunan-bangunannya. Benteng Nassau yang dibangun tahun 1609 kini tersisa setengahnya, dengan dua bastion dan dinding utara yang runtuh serta bangunan dalam yang hancur. Kementerian Kebudayaan pada tahun 2025 menyatakan niat untuk merestorasi bastion utara yang rusak, tetapi pekerjaan terhambat karena bastion tersebut berdiri di atas tanah milik pribadi, dengan penilaian tanah pada Agustus 2025 menjadi satu-satunya langkah yang baru diambil. Belum ada anggaran dan tanggal penyelesaian yang diumumkan. Gereja Belanda yang berdiri saat ini dibangun pada tahun 1852, dibangun kembali setelah gempa bumi menghancurkan gereja asli abad ke-17, dan lantainya menyimpan sekitar dua lusin batu nisan granit pejabat dan pemilik perkebunan Belanda.
Banda Neira juga memiliki sejarah pengasingan yang kuat. Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir diasingkan di sini dari Februari 1936 hingga 1942, dan rumah pengasingan mereka dibuka sebagai museum kecil. Tjipto Mangunkusumo juga diasingkan di sini sembilan tahun sebelumnya, pada Desember 1927, dan rumahnya di Jalan Pendidikan juga dapat dikunjungi. Museum Rumah Budaya, dengan tiket masuk sekitar IDR 20.000, adalah museum paling konsisten di kepulauan ini dan menyajikan sejarah peristiwa tragis tahun 1621 dengan sangat baik.
Cara ke sana
Kepulauan Banda dicapai melalui Ambon, dan transportasi penghubungnya adalah bagian yang paling tidak menentu dari perjalanan Anda. Pesawat baling-baling kecil melayani penerbangan sekitar 40 menit menuju Banda Neira, tetapi maskapai yang melayani rute ini sering berganti, tiket tidak dapat dipesan online, dan bagasi dibatasi sekitar sepuluh kilogram. Pesanlah tiket melalui penginapan Anda di Banda atau agen perjalanan di Ambon dan bersiaplah dengan pembatalan akibat faktor cuaca. Alternatif lainnya adalah menggunakan feri Pelni dari Ambon, memakan waktu antara tujuh hingga lima belas jam tergantung kapal yang digunakan, dengan tiket dibeli langsung di pelabuhan sehari atau dua hari sebelum keberangkatan. Jadwal keberangkatan bervariasi dari dua kali seminggu hingga dua minggu sekali, dan frekuensinya dapat berubah tergantung musim. Feri cepat dari Tulehu yang dulu beroperasi dilaporkan telah berhenti, jadi jangan mengandalkannya. Apa pun pilihan Anda, sediakan hari cadangan di awal dan akhir perjalanan.
Waktu terbaik
Pilihlah bulan-bulan saat laut tenang, kira-kira Maret hingga April dan September hingga Desember, ketika jadwal pesawat dan feri berjalan lebih andal serta kondisi menyelam berada di kondisi terbaik. Juni dan Juli secara praktis adalah musim tutup: operator selam di pulau memilih tutup selama dua bulan tersebut. Mei dan Agustus masih bisa digunakan tetapi berisiko. Laut yang bergelombang besar tidak hanya membuat penyeberangan tidak nyaman tetapi juga membatalkan pelayaran.
Perlu diketahui
Tariklah uang tunai yang cukup di Ambon sebelum Anda menyeberang. Laporan mengenai mesin ATM di Banda Neira yang berfungsi dan apakah menerima kartu asing sering kali tidak konsisten bahkan pada situs operator yang sama, dan penukaran uang di pulau menawarkan nilai tukar yang rendah. Beli dan daftarkan kartu SIM Indonesia di Ambon atau Jakarta, karena Anda tidak dapat mendaftarkannya di pulau. Sebagian besar penginapan menyediakan koneksi internet wifi. Menginaplah di salah satu penginapan bersejarah (heritage guesthouses), yang merupakan sumber informasi sejarah lokal terbaik dan dapat membantu mengatur penerbangan, perahu sewaan, serta pemandu. Satu koreksi informasi: Kepulauan Banda berada di daftar sementara (tentative list) warisan dunia UNESCO, tetapi belum ditetapkan resmi sebagai Situs Warisan Dunia, terlepas dari apa yang tertulis di brosur promosi.
Sejarah adalah daya tarik utama, dengan wisata menyelam sebagai pendukung utama. Kota ini merupakan pusat perdagangan pala abad ke-17 yang diperebutkan bangsa Eropa, dan benteng, bangunan kolonial, gereja tua, serta museum menceritakan sejarah tersebut dalam kota kecil yang mudah dijelajahi dengan berjalan kaki.
Melalui Ambon, baik dengan pesawat baling-baling kecil sekitar 40 menit yang tidak dapat dipesan online dan bagasi dibatasi sekitar 10 kg, atau menggunakan feri Pelni dengan waktu tempuh antara 7 hingga 15 jam. Jadwal feri dan penerbangan sering berubah, jadi pesanlah melalui penginapan Anda.
Minimal tiga hingga lima hari, dan lebih lama jika memungkinkan. Transportasi ke lokasi lambat dan sangat bergantung pada faktor cuaca, pembatalan adalah hal lumrah, dan kepulauan ini lebih baik dinikmati secara santai. Sediakan hari cadangan agar keterlambatan kapal tidak merusak rencana penerbangan pulang Anda.
Tidak. Kepulauan ini berada di daftar sementara (tentative list) UNESCO selama lebih dari satu dekade, tetapi belum ditetapkan secara resmi. Perkembangan terbaru adalah masuknya kawasan konservasi perairan Laut Banda ke dalam proses Daftar Hijau IUCN pada tahun 2025.
Benteng Belgica di atas bukit, reruntuhan Benteng Nassau di bawahnya, gereja Belanda tahun 1852 dengan batu nisan granit di lantainya, Istana Mini, Museum Rumah Budaya dengan tiket masuk sekitar IDR 20.000, serta rumah pengasingan Hatta dan Sjahrir (1936-1942) dan rumah pengasingan Tjipto Mangunkusumo tahun 1927.
Informasi mengenai ATM sering kali tidak konsisten. Asumsikan bahwa Anda tidak dapat mengandalkannya, tariklah uang tunai yang cukup di Ambon sebelum menyeberang, dan jangan berharap kartu asing dapat digunakan di mesin lokal.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan