
Pendakian curam sebelum fajar menuruni gunung berapi aktif Banda untuk melihat pemandangan matahari terbit di atas kepulauan.
Gunung Api menjulang langsung dari permukaan laut di samping Banda Neira, dan mendakinya adalah aktivitas fisik terberat bagi sebagian besar pengunjung di kepulauan ini. Puncaknya berdiri di ketinggian sekitar 640 meter, dengan Badan Geologi Indonesia mencatatnya pada 641 meter, angka yang terdengar rendah sebelum Anda menyadari bahwa jalur pendakian dimulai dari ketinggian nol meter di tepi laut dan langsung menanjak curam melewati jalur batu vulkanik longgar tanpa tempat berteduh. Sediakan waktu sekitar dua jam untuk mendaki ke atas dan kurang dari dua jam untuk turun kembali, atau sekitar empat jam total perjalanan termasuk istirahat. Perjalanan turun, bukan naik, adalah bagian di mana cedera paling sering terjadi.
Letusan terakhir terjadi pada Mei 1988, letusan dahsyat selama delapan hari yang membuka celah melintasi pulau, mengalirkan lava ke laut, menewaskan tiga orang (dua di antaranya akibat kecelakaan perahu saat evakuasi), dan memaksa lebih dari 7.000 warga mengungsi dari Gunung Api, Neira, dan Lontor. Banyak warga yang tidak pernah kembali menetap di lereng gunung. Terdapat lebih dari dua puluh letusan tercatat sejak 1586, dan masa tenang saat ini adalah yang terlama dalam sejarah gunung ini. Peristiwa tahun 2017 yang sering ditulis di internet sebagai letusan sebenarnya adalah peningkatan aktivitas vulkanik yang diikuti evakuasi pencegahan, bukan letusan nyata.
Hal ini penting untuk perencanaan perjalanan, karena Gunung Api berada di Level II (Waspada) sejak akhir 2025 hingga tahun 2026. Pada level tersebut, rekomendasi keselamatan dapat melarang aktivitas di sekitar puncak. Periksalah status aktivitas gunung di situs Magma Indonesia dan tanyakan kepada warga setempat sebelum memutuskan untuk mendaki. Kehadiran pemandu lokal sangat disarankan demi keselamatan navigasi jalur dan perjalanan turun.
Cara ke sana
Penyeberangan perahu dari Banda Neira ke kaki gunung hanya memakan waktu beberapa menit, dan biasanya diatur sehari sebelumnya melalui penginapan Anda bersama dengan pemandu lokal. Titik keberangkatan dermaga memengaruhi waktu tempuh, jadi konfirmasikan lokasi penjemputan dengan jelas. Jalur pendakian dimulai dekat pantai dan langsung menanjak curam. Sebagian besar kelompok berangkat sekitar pukul 04.00 pagi agar tiba di puncak saat matahari terbit, atau pukul 07.00 pagi jika hanya ingin menikmati pemandangan, guna menghindari terik matahari siang dan membatasi paparan gas vulkanik di puncak. Biaya pemandu berkisar dari IDR 100.000 dengan biaya sewa perahu sebagai biaya tambahan kecil, tetapi harga ini tidak resmi dan dapat berubah. Kawasan pulau ini telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam sejak 1992, dan tidak ada izin khusus yang dilaporkan diperlukan di luar biaya pemandu.
Waktu terbaik
Mendakilah pada bulan-bulan saat laut tenang, kira-kira Maret hingga April atau September hingga Desember, ketika jadwal transportasi menuju Banda berjalan lancar. Juni dan Juli secara praktis adalah musim tutup di kepulauan ini karena gelombang tinggi dan cuaca buruk. Mulailah pendakian sebelum fajar atau pagi-pagi sekali: lereng gunung sangat terbuka tanpa peneduh dan akan terasa sangat panas begitu matahari naik. Pilihlah pagi yang cerah karena awan sering menutupi pemandangan puncak.
Perlu diketahui
Bawalah air minum jauh lebih banyak dari yang Anda kira cukup. Tidak ada sumber air di gunung dan minimal tiga liter per orang adalah rekomendasi standar. Bawa senter kepala jika memulai pendakian sebelum fajar, sepatu gunung dengan cengkeraman kuat, dan sarung tangan berguna untuk memegang bebatuan vulkanik yang tajam dan longgar. Sewa pemandu lokal, baik untuk memandu rute maupun membantu perjalanan turun di atas batuan longgar (scree) yang menjadi lokasi tersering cedera. Turunlah secara perlahan dan hindari keinginan untuk berlari di lereng berpasir longgar. Jika Anda memiliki masalah lutut atau kondisi fisik yang kurang fit, pendakian ini sebaiknya dilewatkan saja daripada menyerah di tengah jalan. Periksa level aktivitas gunung sebelum memutuskan mendaki karena gunung ini berada di Level II sepanjang tahun 2026.
Cukup berat. Jaraknya pendek tetapi jalurnya langsung menanjak dari permukaan laut ke ketinggian sekitar 640 meter melewati batuan vulkanik longgar yang licin tanpa peneduh. Sediakan waktu dua jam naik dan kurang dari dua jam turun. Jalur turun adalah bagian paling berisiko.
Sekitar 640 meter, dengan Badan Geologi mencatatnya pada 641 meter. Angka antara 600 hingga 666 meter banyak beredar di internet, jadi anggaplah angka tepatnya sebagai perkiraan kasar saja.
Mei 1988. Letusan selama delapan hari tersebut membuka celah kawah, mengalirkan lava ke laut, menewaskan tiga orang, dan memaksa 7.000 warga mengungsi. Kejadian tahun 2017 yang sering disebut sebagai letusan di internet sebenarnya adalah peningkatan aktivitas vulkanik diikuti evakuasi pencegahan, bukan letusan.
Periksalah sebelum mendaki. Gunung ini berada di Level II (Waspada) sepanjang akhir tahun 2025 dan 2026, dan zona larangan masuk di sekitar puncak dapat diberlakukan. Baca pembaruan berkala di situs Magma Indonesia dan tanyakan kepada warga setempat.
Secara teknis tidak diwajibkan, tetapi sangat direkomendasikan dan menjadi praktik standar di sini. Pemandu lokal membantu navigasi rute, sewa perahu, dan menjaga Anda saat turun di lereng batu longgar, sekaligus mendukung perekonomian warga lokal. Atur sehari sebelumnya melalui penginapan Anda.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan