Asik Travel
Wakatobi, Southeast Sulawesi
Panduan · Sulawesi

Wakatobi

Kepulauan taman nasional terpencil yang termasyhur akan terumbu yang masih murni dan penyelaman terumbu rumah, ditopang oleh resor selam fly-in yang eksklusif. Lokasi impian bagi penyelam serius.

5.32°S 123.60°E

Waktu terbaik

Jendela terbaik adalah kira-kira Maret hingga Desember

Kami sarankan

7 malam

Terbang ke

WNI

Hotel mulai

$30/malam

Wakatobi adalah gugusan pulau terpencil di sudut tenggara Sulawesi, namanya adalah singkatan dari empat pulau utamanya: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko. Ia berada di taman laut yang luas, dikenal akan karang yang sehat, tepian dinding yang tajam, dan jarak pandang yang sangat baik, dengan penyelam jauh lebih sedikit daripada lokasi yang lebih ramai. Ritme di darat lambat dan pedesaan, dan masyarakat pengembara laut Bajo di desa rumah panggung di atas air membuatnya khas.

Ini salah satu tempat yang lebih sulit dicapai di Indonesia, yang justru mengapa terumbunya begitu sehat. Ia cocok untuk penyelam dan snorkeler yang menginginkan karang yang tenang dan terjaga serta menerima usaha untuk mencapainya. Perjalanan mandiri bisa ke Wangi-Wangi, sementara pengalaman paling rapi dimiliki resor pribadi di Tomia yang menerbangkan tamu masuk. Datanglah untuk karang dan ketenangannya.

Di Wakatobi

Hal yang bisa dilakukan

01

Menyelam di dinding karang

Terumbu Wakatobi termasuk yang paling terjaga di Indonesia, dengan dinding dan lereng curam yang ditutupi karang keras dan lunak serta kehidupan ikan yang kuat. Jarak pandang sering kali sangat baik dan arus biasanya lembut, yang menjadikan penyelaman santai dan indah. Karena lalu lintasnya rendah, penyelaman terasa tidak ramai dibanding lokasi yang lebih terkenal.

02

Snorkeling di terumbu rumah

Beberapa penginapan berada tepat di terumbu dangkal yang bisa Anda masuki langsung dari pantai atau dermaga, jadi snorkeler melihat karang dan ikan tanpa perahu. Tepian dalamnya sering dimulai dekat pantai. Bawa masker dan snorkel sendiri demi kenyamanan, dan tanyakan soal pasang surut sebelum Anda berenang keluar.

03

Kunjungi desa rumah panggung Bajo

Suku Bajo (pengembara laut) tinggal di desa yang dibangun di atas air, seperti Mola di Wangi-Wangi, dan kunjungan menawarkan jendela ke budaya yang sepenuhnya berpusat pada laut. Pergilah dengan pemandu lokal dan bersikaplah hormat saat berfoto. Ia penyeimbang yang berkesan bagi penyelaman.

04

Naik perahu ke Hoga atau Tomia

Pulau-pulau yang lebih kecil seperti Hoga dan Tomia punya terumbunya sendiri dan ritme yang lebih lambat, dicapai dengan perahu lokal atau resor. Hoga sudah lama dikaitkan dengan penelitian laut dan penginapan sederhana. Trip sehari atau island-hopping memecah itinerari yang berfokus menyelam dengan baik.

05

Cari pelagis dan makro sekaligus

Terumbunya menyimpan segalanya dari penyu dan hiu karang sampai kuda laut kerdil dan nudibranch, jadi penggemar hewan besar maupun pemburu makro menemukan banyak. Pemandu yang baik tahu di mana keunikan kecil bersembunyi. Bawa perangkat kamera mana pun yang sesuai minat Anda, atau bergantian saat menyelam.

06

Saksikan matahari terbenam di atas air

Dengan cakrawala yang jernih dan sedikit pembangunan, malam hari di sini tenang dan matahari terbenam di atas laut andal indahnya. Temukan dermaga atau pantai yang menghadap barat dan perlambat langkah. Setelah seharian menyelam, ia cara alami untuk menutup hari.

Di Wakatobi

Atraksi utama

Tempat-tempat yang layak dijadikan pusat hari perjalanan. Buka salah satu untuk panduan lengkap.

Panduan

Baca selengkapnya tentang Wakatobi

Jurnal

Cara ke sana

Mencapai Wakatobi butuh usaha dan perencanaan. Rute mandiri adalah terbang ke Bandara Matahora di Wangi-Wangi (WNI), tetapi layanannya terbatas dan berubah-ubah: penerbangan biasanya hanya beberapa hari seminggu dan sering melalui Kendari (dan kadang Makassar), jadi sediakan waktu cadangan dan pastikan jadwal mendekati keberangkatan. Alternatif jalan darat adalah penerbangan ke Kendari diikuti bus panjang dan feri malam ke Wangi-Wangi. Resor pribadi di Tomia melewati semua ini dengan penerbangan carter sendiri dari Bali untuk tamu. Bagaimanapun Anda datang, harapkan tersambung lewat Makassar atau Bali untuk memulai.

Dari Bali: Flight 2h 56m, $72 to $153 Dari Jakarta: Flight 4h 9m, $134 to $284

Waktu terbaik untuk berkunjung

Jendela terbaik adalah kira-kira Maret hingga Desember, dengan kondisi tenang dan jernih serta penyelaman yang baik sepanjang bulan-bulan itu. Hindari puncak yang lebih berangin dan basah sekitar Januari dan Februari, ketika penyeberangan dan jarak pandang bisa terganggu.

Tempat menginap

Di Wangi-Wangi, penginapan sederhana dan operasi selam kecil cocok untuk pelancong mandiri dan hemat serta memungkinkan Anda mencapai pulau-pulaunya dengan penerbangan umum. Resor mewah khusus di Tomia (dengan carter sendiri dan terumbu rumah yang termasyhur) adalah pengalaman kelas atas serba termasuk dengan harga jauh lebih tinggi. Liveaboard juga berlayar di perairan Wakatobi yang lebih luas secara musiman.

Sekitar Sulawesi

Tur kami di sekitar sini

Semua tur
Hal penting yang perlu diketahui

FAQ Wakatobi

Mengapa Wakatobi begitu sulit dicapai?+

Ia benar-benar terpencil, dan penerbangan terjadwal ke Wangi-Wangi jarang serta rawan berubah. Keterpencilan itu juga mengapa terumbunya begitu sehat, jadi anggap perjalanannya sebagai bagian dari kesepakatan dan sediakan kelonggaran dalam itinerari Anda.

Apakah saya harus menginap di resor yang terkenal itu?+

Tidak. Resor pribadi di Tomia itu adalah pilihan termudah dan paling rapi serta menerbangkan tamu masuk dari Bali, tetapi Anda bisa bepergian mandiri ke Wangi-Wangi dan menggunakan penginapan serta toko selam lokal dengan biaya jauh lebih murah.

Apakah bagus untuk snorkeling dan yang bukan penyelam?+

Ya untuk snorkeler, karena terumbu dangkal berada dekat pantai di beberapa penginapan. Untuk pelancong yang tidak tertarik pada air, pulau-pulaunya sangat tenang, jadi biota laut benar-benar intinya.

Sulawesi

Lebih banyak di Sulawesi

Semua destinasi

Masukkan Wakatobi ke dalam itinerary nyata

Susun rute keliling Indonesia dalam hitungan menit. Kami menghitung waktu tempuh dan biaya antar setiap titik, lalu tim lokal mengubahnya menjadi perjalanan.

Rencanakan perjalanan