Asik OriginalMulai
Rp 800.000
Teluk Saleh, Sumbawa

Kolam batu kapur bertingkat di Pulau Moyo, tempat yang dibuat terkenal oleh Putri Diana pada 1993.
Mata Jitu berada di pedalaman Pulau Moyo, tempat aliran sungai yang bersumber dari mata air jatuh di atas batu kapur pucat dalam rangkaian undakan pendek. Airnya membawa mineral terlarut yang mewarnai kolam-kolamnya biru kehijauan lembut dan membentuk bibir travertin halus yang bisa Anda duduki, dan cekungannya cukup dangkal untuk diarungi dan dijadikan tempat mengapung. Umumnya digambarkan sebagai empat tingkat yang mengisi sekitar tujuh kolam, meski tidak ada dua keterangan yang menyebut jumlah sama. Tempat ini lembut alih-alih dramatis, tempat untuk berendam alih-alih terkesima oleh debit airnya.
Cerita Putri Diana setengah benar dan layak diluruskan. Diana memang berlibur di Moyo pada Agustus 1993, menginap di Amanwana atas undangan pendiri Aman, Adrian Zecha, dan pemberitaan pada masa itu menempatkannya di sana selama dua hari dalam perjalanan lima hari ke Indonesia. Apakah ia mandi di Mata Jitu adalah soal lain: tidak ada laporan sezaman yang menempatkannya di air terjun itu, dan setiap versi klaim tersebut berujung pada pemasaran resor dan blog-blog belakangan. Julukan Air Terjun Ratu adalah label pariwisata yang ditempelkan kemudian. Anggap sebagai cerita rakyat setempat, bukan fakta yang terdokumentasi.
Satu hal praktis yang akan menghemat uang Anda. Jalur dari Labuan Aji dipasangi papan petunjuk sejauh tujuh kilometer, tetapi penulis perjalanan yang pernah menempuhnya dengan berjalan kaki memperkirakan jarak sebenarnya lebih dekat ke empat kilometer, sekitar satu jam berjalan, dan menyebut angka di papan itu terus terang sebagai cara mendorong pengunjung naik ojek. Perjalanannya sendiri sekitar dua puluh menit di jalur kasar diikuti jalan kaki singkat, dan benar-benar berguna jika Anda dikejar waktu dalam perjalanan sehari.
Cara ke sana
Pertama capai Pulau Moyo dengan perahu dari kawasan Sumbawa Besar, mendarat di Labuan Aji di pantai selatan. Dari desa itu ojek memakan waktu sekitar dua puluh menit di jalur kasar, lalu ada jalan kaki singkat menurun ke air terjunnya. Tarif ojek pulang pergi sekitar IDR 100.000 per orang dikutip secara konsisten di berbagai sumber pada 2024 dan 2026, dengan sebagian menyebut lebih murah per motor, dan harganya bisa ditawar. Dengan berjalan kaki perjalanannya sekitar satu jam, bukan dua jam seperti yang disiratkan papan petunjuk tujuh kilometer itu. Sebagian besar wisata sehari dari daratan sudah memasukkan transfer dari perahu sebagai bagian dari paket, jadi periksa apakah ojeknya sudah tercakup sebelum Anda membayar dua kali. Sejak Moyo menjadi taman nasional pada 2022 mungkin ada pungutan taman di luar itu, dan angka yang dipublikasikan untuk pungutan tersebut tidak dikuatkan oleh tarif resmi mana pun.
Waktu terbaik
Mei sampai September, musim kemarau, menjaga jalur aksesnya tetap padat dan kolamnya jernih dengan aliran yang lembut, dan itulah saat warna biru kehijauannya paling terlihat. Setelah hujan deras airnya menjadi keruh dan jalurnya berubah menjadi lumpur. Datanglah pagi-pagi, sebelum perahu wisata sehari dari daratan tiba, karena kolamnya kecil dan satu rombongan wisata saja sudah memenuhinya.
Perlu diketahui
Kenakan sandal beralas cengkeram. Travertin yang basah benar-benar licin dan bibir antar kolam adalah tempat paling mudah untuk terjatuh keras. Bawa air minum sendiri, karena hampir tidak ada yang dijual di air terjunnya. Sepakati harga ojek sebelum Anda naik motor, dan ketahuilah bahwa papan petunjuk tujuh kilometer itu melebih-lebihkan jarak sebenarnya dengan selisih yang cukup besar. Jika kondisi tubuh Anda cukup bugar dan Anda tidak dikejar jadwal wisata, berjalan kaki melewati kebun jambu mete adalah pilihan yang sama sekali tidak buruk. Balai konservasi Nusa Tenggara Barat telah menandai pembukaan lahan di pulau ini sebagai ancaman bagi aliran air yang memberi makan air terjun ini, jadi jangan kaget jika debitnya berbeda dari yang tampak di foto.
Boleh. Kolam bertingkatnya dangkal dan tenang, sehingga cocok untuk diarungi dan berendam santai alih-alih untuk melompat menyelam. Bibir travertin antar kolam licin, jadi bergeraklah dengan hati-hati.
Ia mengunjungi Pulau Moyo pada Agustus 1993, menginap di Amanwana, dan pemberitaan sezaman menempatkannya di sana selama dua hari. Bahwa ia mandi di Mata Jitu sendiri tidak terdokumentasi dalam laporan mana pun dari masa itu dan berujung pada pemasaran belakangan, jadi anggap sebagai cerita rakyat setempat alih-alih fakta.
Jalurnya dipasangi papan petunjuk sejauh tujuh kilometer, tetapi para penulis yang pernah menempuhnya dengan berjalan kaki memperkirakan jarak sebenarnya sekitar empat kilometer, kurang lebih satu jam berjalan, dan menyebut angka di papan itu sebagai cara mendorong pengunjung naik ojek. Perjalanan ojeknya memakan waktu sekitar dua puluh menit.
Sekitar IDR 100.000 per orang untuk pulang pergi adalah angka yang paling konsisten dikutip di berbagai sumber pada 2024 dan 2026, dengan sebagian menyebut lebih murah per motor. Harganya bisa ditawar, jadi sepakati harga dan apakah sudah termasuk waktu tunggu sebelum Anda berangkat.
Posisinya tidak jelas. Moyo menjadi taman nasional pada Agustus 2022 dan tarifnya berubah-ubah sejak itu, dengan satu sumber komersial menerbitkan tarif taman yang tidak dikuatkan tarif resmi mana pun dan sumber-sumber lama menyebut masuknya gratis. Bawa uang tunai dan tanyakan di lokasi.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan