Asik OriginalMulai
Rp 800.000
Teluk Saleh, Sumbawa

Air terjun bertingkat-tingkat di daratan utama Sumbawa dekat desa Sempe, dijuluki air bersuara oleh warga setempat.
Air Terjun Ai Beling terletak di perbukitan wilayah kecamatan Moyo Hulu, di pedalaman selatan Sumbawa Besar dekat desa Sempe, dan hal pertama yang perlu diperjelas adalah lokasi ini berada di daratan utama Sumbawa di Dusun Kuang Amo, bukan di Pulau Moyo meskipun memiliki kesamaan nama.
Air mengalir keluar dari celah bebatuan dan mengalir menuruni tangga bebatuan yang bertingkat-tingkat daripada jatuh langsung dari tebing tinggi, membentuk kolam-kolam alami di bagian bawah yang berair dingin dan cukup dangkal untuk berdiri. Namanya berasal dari bahasa Samawa (bahasa lokal Sumbawa): ai berarti air dan beling berarti suara atau berbunyi. Cerita lokal menyebutkan air terjun ini dinamai demikian karena deru aliran airnya yang konsisten dan terdengar jauh hingga ke sepanjang lembah. Terdapat beberapa tangga beton dan saung peristirahatan di lokasi.
Destinasi ini sebagian besar dikunjungi oleh pengunjung domestik dan sangat sepi pada hari kerja. Namun, bersikaplah realistis dengan perjalanan ini: perjalanan memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam sekali jalan dari Sumbawa Besar untuk air terjun yang terbilang sederhana, dan pengelolaan kebersihan lokasi masih kurang memadai. Laporan warga pada Mei 2025 mencatat sampah berserakan di sekitar lokasi karena ketiadaan tempat sampah yang memadai, dan fasilitas toilet berada dalam kondisi yang tidak layak pakai. Tiket masuknya gratis dengan biaya parkir sekitar IDR 5.000 per kendaraan dalam catatan tahun 2025, sehingga tidak ada dana pemeliharaan dari tiket masuk. Bawalah air minum sendiri, bawa pulang sampah Anda, dan jangan mengandalkan fasilitas di lokasi.
Cara ke sana
Dari Sumbawa Besar jaraknya sekitar 40 kilometer ke arah selatan menyusuri jalan raya Sumbawa menuju Lunyuk ke arah desa Sempe, memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam berkendara tergantung pada kendaraan Anda. Jalannya beraspal tetapi curam di beberapa bagian, dan beberapa ratus meter terakhir menuju tempat parkir berupa jalan tanah berbatu. Mobil tidak dapat mencapai area parkir terdekat, sehingga pendekatan akhir memerlukan jalan kaki sekitar lima belas menit. Sepeda motor adalah pilihan transportasi yang lebih mudah, dan menyewa pengemudi lokal atau pemandu akan sangat membantu menemukan belokan jalan dibandingkan mencari sendiri tanpa penunjuk arah. Menurut informasi tahun 2025, tiket masuk gratis dengan biaya parkir sekitar IDR 5.000 per kendaraan, dan jam operasional tercatat sekitar pukul 07.00 hingga 18.00.
Waktu terbaik
Musim kemarau, kira-kira Mei hingga September, memberikan pijakan batu yang lebih aman dan air yang lebih jernih dengan debit air yang stabil. Hindari berkunjung langsung setelah hujan lebat, saat aliran air menguat dengan cepat dan bebatuan menjadi sangat licin. Hari kerja jauh lebih tenang dibandingkan akhir pekan, saat lokasi ramai oleh keluarga lokal dan masalah sampah lebih terlihat jelas.
Perlu diketahui
Kenakan sepatu atau sandal gunung dengan cengkeraman kuat karena bebatuan bertingkat basah, berlumut, dan lebih licin daripada yang terlihat di foto. Bawa air minum dan makanan ringan sendiri: sangat sedikit penjual makanan di lokasi dan, menurut laporan tahun 2025, toilet tidak layak digunakan dan tempat sampah tidak tersedia. Bawa kembali semua sampah Anda saat pulang. Ini adalah imbauan praktis karena lokasi ini gratis masuk dan tidak memiliki sistem pengelolaan sampah. Siapkan uang kertas pecahan kecil untuk membayar biaya parkir atau donasi lokal jika ada.
Tidak. Meskipun memiliki kesamaan nama, Ai Beling terletak di daratan utama Sumbawa, di Dusun Kuang Amo, desa Sempe, kecamatan Moyo Hulu, dan dicapai lewat jalur darat dari Sumbawa Besar, bukan dengan perahu menyeberang laut.
Nama ini berasal dari bahasa Samawa (bahasa Sumbawa): ai berarti air dan beling berarti suara atau berbunyi. Warga setempat menyebutkan air terjun ini dinamai demikian karena suara gemuruh aliran airnya yang konsisten dan terdengar jauh melintasi lembah perbukitan.
Ya. Air mengalir menuruni bebatuan bertingkat menuju kolam alami di dasarnya yang berair sejuk dan cukup dangkal untuk berdiri. Bebatuannya licin, jadi melangkahlah dengan hati-hati, dan hindari mendekati aliran air saat debit air sangat kuat setelah hujan deras.
Sekitar 40 kilometer ke selatan, memakan waktu antara satu hingga satu setengah jam berkendara tergantung pada jenis kendaraan dan kondisi lalu lintas. Jalannya beraspal tetapi menanjak curam, jalan mendekati parkir berbatu kasar, dan mobil tidak dapat mencapai tempat parkir terdekat sehingga Anda harus berjalan kaki sekitar 15 menit di ujung jalur.
Menurut informasi tahun 2025, masuk gratis dengan biaya parkir sekitar IDR 5.000 per kendaraan, dan jam operasional tertulis pukul 07.00 hingga 18.00. Siapkan uang tunai kecil untuk donasi lokal jika ada petugas penjaga.
Kurang terawat. Laporan lokal pada Mei 2025 menemukan sampah berserakan di sekitar lokasi dengan nihilnya tempat sampah, serta fasilitas toilet dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai. Bawa air minum sendiri, jangan mengandalkan fasilitas umum, dan bawa pulang sampah Anda.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan