
Gunung berapi aktif yang jalurnya bisa dilalui kendaraan hampir sampai ke bibir kawah, dengan kawah besar beruap.
Tangkuban Perahu adalah gunung berapi aktif yang kawahnya bisa Anda datangi hampir secara langsung dengan kendaraan. Namanya berarti perahu terbalik, diambil dari bentuk punggungan datar panjang yang terlihat dari dataran Bandung, dan alasan tempat ini menarik banyak pengunjung adalah karena akses jalan yang membentang hingga ke tepi kawah. Kawah Ratu, kawah terbesar, dapat dilihat dari tepi berpagar yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat parkir mobil, hampir tanpa memerlukan jalan kaki.
Secara keseluruhan terdapat lima kawah di gunung ini, dengan Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas sebagai kawah yang paling sering ditemui pengunjung. Kawah Domas terletak di bagian bawah dan dapat dicapai dengan berjalan kaki, dan di sinilah Anda bisa mendekati mata air panas serta lubang gas yang bergejolak, meskipun kepastian pembukaan jalurnya bervariasi dan sebaiknya dipastikan di gerbang masuk.
Gunung ini berada di Level I (Normal) hingga pertengahan tahun 2026. Hal itu menenangkan tetapi bukan jaminan keamanan mutlak: bahaya khas Tangkuban Perahu adalah letusan freatik tiba-tiba yang didorong oleh sistem hidrotermalnya, yang sulit diprediksi, dan kawasan ini pernah ditutup secara mendadak sebelumnya.
Karena aksesnya sangat mudah, tepi kawah dipenuhi oleh kios suvenir dan makanan serta pedagang asongan yang gigih menawarkan barang dagangan, dan tempat ini sangat padat oleh pengunjung domestik pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Cara ke sana
Tangkuban Perahu berjarak sekitar 30 km di utara Bandung dengan jalan beraspal yang membentang hingga ke tempat parkir Kawah Ratu, jadi kendalanya bukan kondisi jalan melainkan lalu lintas. Rute melalui Lembang terkenal sangat lambat dan dapat melipatgandakan waktu perjalanan pada akhir pekan dan hari libur, jadi sebagian besar orang datang menggunakan mobil pribadi, taksi, atau tur terorganisir dan berangkat pagi-pagi untuk menghindarinya. Alternatif murah adalah naik angkot ke Jayagiri lalu menggunakan shuttle lokal di lokasi untuk naik ke bibir kawah, dengan tarif pulang-pergi sekitar IDR 10.000. Hal penting yang perlu diketahui jika Anda terbang: penerbangan komersial Bandung telah dialihkan melalui Bandara Kertajati (KJT) yang berada jauh di timur kota, bukan Bandara Husein Sastranegara di dalam kota. Bandara Husein Sastranegara (BDO) dijadwalkan membuka kembali layanan komersial pada 17 September 2026 dengan delapan rute domestik, jadi periksa bandara mana yang tertera di tiket Anda sebelum merencanakan transportasi darat.
Waktu terbaik
Tiba sepagi mungkin yang bisa Anda lakukan. Kawah biasanya paling jernih sebelum kabut terbentuk sepanjang pagi, pedagang asongan belum terlalu agresif, dan Anda terhindar dari kemacetan parah di Lembang serta kerumunan orang. Hari kerja jauh lebih sepi daripada akhir pekan, dan juga lebih murah: tiket masuk untuk pengunjung asing naik pada akhir pekan dan hari libur nasional. Musim kemarau, kira-kira April hingga Oktober, memberikan jarak pandang lebih baik ke dalam kawah; saat berkabut Anda bisa tiba dan mendapati pemandangan tertutup kabut tebal, yang tidak sebanding dengan perjalanan panjang.
Perlu diketahui
Bawalah jaket tipis. Daerah ini cukup tinggi sehingga udaranya terasa sejuk dan berangin, dan banyak orang tiba hanya dengan pakaian tipis untuk panas kota Bandung dan akhirnya menyesal. Per tahun 2026, tiket masuk wisatawan asing sekitar IDR 200.000 pada hari kerja dan IDR 300.000 pada akhir pekan dan hari libur, dengan biaya kendaraan dikenakan secara terpisah sekitar IDR 15.000 hingga 20.000 untuk sepeda motor dan IDR 30.000 hingga 35.000 untuk mobil. Tarif domestik jauh lebih murah. Bawa uang tunai lebih. Jangan turun ke dasar kawah di Kawah Ratu atau Kawah Upas: gas vulkanik berkumpul di bawah dan larangan turun bersifat permanen, bukan musiman. Periksa status gunung sebelum berkendara jauh, karena akses bisa ditutup sewaktu-waktu. Pedagang dan pemandu informal di tepi kawah cukup gigih; sepakati harga di awal dan jangan ragu untuk menolak secara sopan.
Per tahun 2026, pengunjung asing membayar sekitar IDR 200.000 pada hari kerja dan IDR 300.000 pada akhir pekan dan hari libur nasional, sementara pengunjung domestik membayar jauh lebih murah. Kendaraan dikenakan biaya terpisah, sekitar IDR 15.000 hingga 20.000 untuk sepeda motor dan IDR 30.000 hingga 35.000 untuk mobil. Bawa uang tunai.
Tidak, dan Anda tidak boleh mencobanya. Kawah Ratu hanya boleh dilihat dari tepi kawah, dan rekomendasi keselamatan melarang keras turun ke dasar kawah di Kawah Ratu maupun Kawah Upas karena gas vulkanik yang berbahaya berkumpul di dasar, terutama saat hujan atau berkabut. Kawah Domas di bagian bawah adalah area terpisah di mana Anda bisa mendekati mata air panas jika sedang dibuka.
Gunung ini berada di Level I (Normal) hingga pertengahan tahun 2026. Bahaya utamanya adalah erupsi freatik tiba-tiba dari aktivitas hidrotermal bawah tanah yang sulit diprediksi, dan akses masuk pernah ditutup mendadak di masa lalu. Periksa status keaktifan gunung sebelum melakukan perjalanan jauh.
Terdapat bau belerang yang menyengat seperti telur busuk di tepi kawah yang masih bisa ditoleransi oleh sebagian besar orang untuk kunjungan singkat. Jika Anda memiliki asma atau masalah pernapasan lainnya, batasi waktu Anda di dekat lubang uap dan pertimbangkan matang-matang sebelum mengunjungi Kawah Domas yang posisinya jauh lebih dekat dengan sumber uap.
Ada lima kawah di gunung ini, dengan tiga kawah utama yang sering dikunjungi: Kawah Ratu yang merupakan kawah terbesar dan dilihat dari tepi atas; Kawah Upas di sampingnya; dan Kawah Domas di bagian bawah yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.
Pagi hari di hari kerja. Akhir pekan dan hari libur nasional membawa kerumunan pengunjung domestik yang padat, kemacetan lalu lintas yang parah di Lembang, dan tarif tiket masuk yang lebih mahal bagi wisatawan asing.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan