
Danau kawah berwarna pirus pucat di puncak Gunung Patuha, dikelilingi oleh tanah putih yang memudar.
Kawah Putih adalah danau kawah belerang di Gunung Patuha di selatan Bandung dekat Ciwidey, dan tempat ini menyajikan pemandangan yang tidak seperti tempat lain di Jawa. Air danau berubah warna antara biru pirus susu, hijau muda, dan abu-abu datar tergantung pada cahaya matahari dan kandungan belerang pada hari itu, dan tanah serta batang pohon mati di sekitar pantai telah memutih akibat asam belerang, yang menjadi asal-usul namanya. Jalur berjalan yang pendek dan deretan dek kayu membawa Anda langsung ke tepi air, menjadikannya lokasi dengan akses mudah untuk pemandangan yang dramatis.
Kendala utamanya adalah udara. Kawah ini mengeluarkan asap belerang yang kuat di tepi danau dan saran standar adalah membatasi waktu kunjungan di tepi air daripada berlama-lama menghabiskan siang hari di sana. Siapa pun yang memiliki asma, masalah pernapasan, atau gangguan jantung sebaiknya tidak mendekati tepi air dan membatasi paparan asap belerang. Syal atau masker untuk menutup hidung dan mulut dapat membantu mengurangi bau belerang dan sebagian besar pengunjung membutuhkannya.
Ini adalah salah satu destinasi perjalanan harian tersibuk di luar Bandung, yang memengaruhi seluruh suasana lokasi. Akhir pekan dan hari libur nasional membawa kerumunan padat dan kemacetan parah di jalan menanjak menuju gunung, dan dek kayu terdekat dengan air bisa dipadati pengunjung. Kunjungilah pada pagi hari di hari kerja untuk merasakan suasana yang jauh lebih tenang.
Lokasi ini dikelola oleh Perhutani dan menerapkan sistem masuk dua tahap: Anda membeli tiket di gerbang bawah, lalu menggunakan shuttle untuk naik ke kawah atau membayar tarif yang jauh lebih mahal untuk membawa kendaraan pribadi ke atas.
Cara ke sana
Kawah Putih berjarak sekitar 50 km di selatan Bandung dekat Ciwidey, dan waktu berkendara sangat bergantung pada kemacetan Bandung serta jalan pegunungan yang berliku, jadi sediakan waktu pagi yang longgar daripada patokan waktu yang kaku. Sebagian besar orang datang menggunakan mobil pribadi atau tur terorganisir. Anda akan tiba di pintu masuk bawah lalu berpindah menggunakan shuttle kawasan, yang dikenal warga lokal sebagai ontang-anting, atau membayar tarif premium untuk mengendarai kendaraan pribadi melewati jalan hutan. Per awal tahun 2026, tarif resmi adalah sekitar IDR 90.000 untuk tiket masuk wisatawan asing, atau sekitar IDR 122.000 jika digabung dengan shuttle pulang-pergi ke kawah. Tiket shuttle saja sekitar IDR 32.000 pulang-pergi dan tarif membawa kendaraan pribadi ke atas sekitar IDR 179.000. Tiket masuk domestik sekitar IDR 31.000. Harga tiket tetap sama antara hari kerja dan akhir pekan, tidak seperti Tangkuban Perahu, dan beberapa sumber mencantumkan tarif sekitar sepuluh persen lebih murah, jadi bawa uang tunai lebih sebagai cadangan.
Waktu terbaik
Pagi hari di hari kerja pada musim kemarau, kira-kira April hingga Oktober, memberikan air paling jernih, kerumunan paling sedikit, dan kondisi jalan paling aman. Pagi hari lebih sejuk dan warna danau terlihat lebih dramatis di bawah cahaya lembut, dan Anda bisa naik serta turun sebelum lalu lintas memburuk. Hujan lebat merusak warna danau dan membuat jalur berjalan licin. Jam operasional penutupan yang dilaporkan bervariasi, biasanya menjelang sore, jadi jangan merencanakan kedatangan terlalu sore; paket matahari terbit yang beroperasi dari titik pandang Sunan Ibu di dekatnya dimulai jauh lebih pagi.
Perlu diketahui
Bawalah jaket tipis, karena kawah terletak di ketinggian yang sejuk, dan bawa syal atau masker untuk mengurangi bau belerang. Batasi waktu Anda di tepi air dan menjauhlah dari danau jika tenggorokan atau dada Anda mulai terasa tidak nyaman. Siapkan anggaran uang tunai untuk dua atau tiga pembayaran terpisah: tiket masuk, biaya shuttle atau parkir atas, dan biaya parkir bawah. Pembayaran kartu tidak dapat diandalkan di lokasi. Dilarang keras berenang, bermain air, atau menyentuh air danau: air danau sangat asam dan larangan ini bersifat mutlak.
Per awal tahun 2026, tiket masuk asing sekitar IDR 90.000, atau sekitar IDR 122.000 jika digabung dengan shuttle ontang-anting menuju kawah. Biaya shuttle saja sekitar IDR 32.000 pulang-pergi dan membawa kendaraan pribadi ke atas sekitar IDR 179.000. Tiket masuk domestik sekitar IDR 31.000. Bawa uang tunai lebih sebagai cadangan.
Asap belerang di tepi air cukup menyengat dan saran standar adalah membatasi waktu kunjungan di tepi air. Pengunjung yang sehat umumnya aman untuk kunjungan singkat, tetapi siapa pun yang memiliki asma, masalah pernapasan, atau gangguan jantung sebaiknya tidak mendekati tepi air.
Tidak. Ini adalah danau kawah belerang yang sangat asam dan dilarang keras memasuki air dalam kondisi apa pun. Anda hanya diperbolehkan melihat dan berfoto dari tepi pantai dan dek kayu yang disediakan.
Shuttle khusus kawasan yang mengangkut pengunjung dari gerbang masuk bawah ke tempat parkir kawah di atas. Anda harus naik shuttle ini atau membayar tarif yang jauh lebih mahal untuk mengemudikan kendaraan pribadi ke atas melalui jalan hutan.
Tidak lama di tepi air karena bau asap belerang. Sebagian besar kunjungan memakan waktu sekitar satu jam termasuk perjalanan shuttle naik dan turun, itulah sebabnya kunjungan ini biasanya dipadukan dengan perkebunan teh Ciwidey di jalan yang sama agar perjalanan berkendara tidak sia-sia.
Pagi hari di hari kerja selama musim kemarau. Akhir pekan dan hari libur nasional membawa kerumunan padat di dek kayu dan kemacetan lalu lintas di jalan pegunungan dari arah Bandung.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan