
Taman kuliner tepi danau tempat pedagang menjual makanan dari perahu kayu, dibayar menggunakan koin koin khusus.
Floating Market Lembang adalah taman rekreasi keluarga yang dibangun di sekitar danau kecil di dataran tinggi Lembang yang sejuk di utara Bandung, dan penting untuk memahami konsepnya sebelum Anda pergi: ini bukan pasar terapung tradisional dan tidak pernah dimaksudkan demikian. Tempat ini dirancang sebagai tempat wisata keluarga, dengan daya tarik utama berupa jajaran perahu kayu yang bersandar di tepi air tempat pedagang menjual makanan tradisional Indonesia dan minuman kepada pengunjung yang berdiri di tepi danau.
Satu keunikan yang harus dihadapi semua pengunjung adalah masalah transaksi. Uang rupiah tunai tidak diterima di perahu penjual makanan. Anda harus menukarkan uang tunai dengan koin koin khusus di loket terlebih dahulu, lalu membelanjakannya di perahu makanan, hal ini sering kali membingungkan pengunjung yang langsung memesan makanan. Tukarkan koin Anda begitu tiba daripada harus mengantre dua kali.
Di luar perahu makanan, tempat ini merupakan kompleks rekreasi lengkap: taman, kolam koi, perahu kayuh dan kano sewaan, pasar mini, serta area foto dan bermain berbayar. Tempat ini tertata rapi, memiliki suasana mirip taman hiburan, dan sangat populer, menarik hingga ribuan pengunjung per hari selama musim liburan Indonesia dan memperpanjang jam bukanya hingga malam hari pada masa tersebut.
Dua peringatan praktis. Jam operasional dan harga tiket yang dilaporkan bervariasi tergantung sumber dan tampaknya sering berubah, jadi anggaplah informasi tertulis sebagai perkiraan saja. Selain itu, situs web resmi taman ini mengalami gangguan teknis saat kami memeriksanya pada pertengahan tahun 2026. Ini bukan tanda bahwa tempat ini ditutup, karena informasi lain menunjukkan tempat ini tetap beroperasi normal, tetapi menelepon terlebih dahulu sebelum berkendara jauh adalah langkah yang bijak.
Cara ke sana
Floating Market Lembang berjarak sekitar 20 km di utara Bandung di daerah Lembang, jarak yang terdengar dekat tetapi sebenarnya tidak, karena jalan Lembang adalah salah satu jalan paling lambat di sekitar Bandung. Lalu lintas akhir pekan dan hari libur bisa mengubah perjalanan menjadi kemacetan berjam-jam, jadi sebagian besar pengunjung menggunakan mobil pribadi, taksi, atau tur dan berangkat pagi-pagi. Terdapat tempat parkir luas di pintu masuk. Lokasinya cukup dekat dengan Tangkuban Perahu sehingga keduanya sering dipadukan dalam satu perjalanan harian ke utara, yang efisien tetapi berarti Anda harus menghadapi kemacetan Lembang dua kali dalam sehari.
Waktu terbaik
Pagi hari di hari kerja adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Udara lebih sejuk, tepi danau tenang, lalu lintas jalan Lembang masih bisa ditoleransi, dan Anda tidak perlu mengantre lama di loket penukaran koin. Akhir pekan, libur sekolah, dan hari libur nasional sangat padat oleh ribuan pengunjung harian. Musim kemarau menjaga taman dan area perahu tetap menyenangkan; karena ini adalah tempat wisata luar ruangan, hujan akan mengurangi kenyamanan kunjungan.
Perlu diketahui
Belilah koin khusus di loket segera setelah Anda tiba, karena Anda tidak dapat memesan makanan dari perahu tanpa koin tersebut. Kami tidak dapat mengonfirmasi apakah koin yang tersisa dapat diuangkan kembali sebelum pulang, jadi sebaiknya tukarkan dalam jumlah secukupnya dan isi ulang jika kurang daripada menukar dalam jumlah besar sekaligus. Siapkan uang tunai secara umum. Tiket masuknya murah dan terkadang dapat ditukarkan dengan minuman selamat datang, tetapi aktivitas di dalam seperti sewa perahu, area foto, dan area bermain semuanya dikenakan biaya terpisah. Tarif yang dilaporkan bervariasi, jadi jangan datang dengan anggaran yang pas-pasan. Karena jam buka sering berubah dan situs webnya sering bermasalah, menelepon lokasi sebelum berangkat adalah langkah yang bijak.
Ya, tempat ini beroperasi normal dengan tingkat pengunjung yang padat selama liburan. Tidak ada pengumuman penutupan dari sumber mana pun. Namun, karena situs web resminya sempat mengalami gangguan teknis pada pertengahan tahun 2026, menelepon pihak pengelola sebelum berkendara ke lokasi adalah langkah pencegahan yang wajar.
Pedagang perahu tidak menerima uang rupiah tunai atau kartu. Anda wajib menukarkan uang tunai dengan koin khusus di loket penukaran saat tiba dan menggunakannya untuk membeli makanan. Karena pengembalian sisa koin tidak dapat dipastikan, tukarkan uang dalam jumlah secukupnya saja terlebih dahulu.
Tiket masuknya murah dan terkadang dapat ditukarkan dengan minuman selamat datang, tetapi tarif bervariasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Wahana di dalam seperti sewa perahu dan area foto dikenakan biaya masuk terpisah. Bawa uang tunai lebih.
Jam operasional bervariasi antara hari biasa, hari Jumat, dan akhir pekan, serta diperpanjang hingga malam hari selama musim liburan di Indonesia. Konfirmasikan langsung dengan pihak pengelola sebelum berkunjung, terutama jika Anda ingin berkunjung sore hari.
Sangat cocok untuk keluarga karena memiliki taman, kolam koi, perahu kayuh, area bermain anak, dan banyak spot foto di samping perahu penjual makanan. Ingatlah bahwa ini adalah taman rekreasi buatan, bukan pasar tradisional asli.
Ya, keduanya terletak di utara Bandung di jalur jalan Lembang yang sama dan umum dikunjungi bersamaan dalam satu hari perjalanan. Berangkatlah pagi-pagi karena jalan Lembang sangat lambat dan Anda akan melewatinya pulang-pergi.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan