
Terumbu karang dangkal di lepas pantai Gili Trawangan dan Meno di mana penyu hijau dan penyu sisik liar mencari makan.
Turtle Point atau Titik Penyu merupakan sebutan umum ketimbang satu lokasi tertentu yang ditandai. Nama ini disematkan pada bentangan terumbu karang mana pun yang saat ini dapat diandalkan untuk melihat penyu, terutama di sebelah timur laut Gili Trawangan dan di sekitar Gili Meno, dan setiap kru kapal akan membawa Anda ke bagian yang berbeda dengan nama yang sama.
Yang pasti adalah keberadaan penyunya. Penyu hijau dan penyu sisik memakan lamun dan beristirahat di terumbu karang di sini, mereka sepenuhnya liar dan bebas berkeliaran ketimbang dibatasi di penangkaran apa pun. Perbedaan ini penting, dan patut Anda bedakan dari tempat penetasan kecil di pulau-pulau tersebut, yang membesarkan tukik hasil penyelamatan dan merupakan jenis atraksi yang sama sekali berbeda.
Airnya dangkal dan, di beberapa tempat, dapat dijangkau dengan merangsek dari pantai lalu berenang menjauh. Hal ini menjadikannya salah satu tempat termudah di Indonesia untuk berbagi air dengan penyu liar tanpa perahu, pemandu, atau sertifikat menyelam, yang merupakan alasan utama tempat ini sangat populer.
Penampakan ini umum namun tidak pernah dijanjikan. Penyu muncul ke permukaan untuk bernapas sesuai jadwal mereka sendiri dan bergerak melintasi area makan, jadi berada di dalam air selama satu jam bisa saja melihat tiga penyu atau tidak sama sekali. Etiket lebih penting daripada yang disadari banyak orang: penyu yang dikerumuni tidak akan bisa naik ke permukaan untuk bernapas, dan mengejar penyu bukanlah ketidaksopanan ringan melainkan masalah nyata bagi hewan tersebut. Mundurlah, tetaplah di permukaan, dan biarkan penyu tersebut naik saat diperlukan.
Cara ke sana
Di Gili Trawangan Anda dapat berjalan menyeberangi pantai timur laut lalu bersnorkel ke luar menuju terumbu karang tanpa menggunakan kapal. Perahu snorkel grup maupun privat berangkat dari ketiga gili dan biasanya menempuh area penyu di sepanjang patung bawah air Nest lepas pantai Gili Meno, yang membuat perjalanan menggunakan kapal sepadan jika Anda ingin melihat lebih dari sekadar sepetak terumbu karang. Bawa atau sewa masker sebelum Anda pergi, karena opsi sewa sangat terbatas saat Anda berada di dalam air. Tidak ada tiket atau ongkos masuk ke terumbu karang itu sendiri.
Waktu terbaik
Awal hingga pertengahan pagi menghadirkan air yang paling tenang dan paling jernih beserta penyu yang sedang asyik mencari makan, sebelum angin dan lalu lalang perahu mulai meningkat sepanjang hari. Musim kemarau, dari sekitar Mei hingga September, memiliki jarak pandang terbaik. Pasang yang tenang menjadikan terumbu karang dangkal tersebut lebih mudah dan lebih aman untuk bersnorkel ketimbang saat arus sedang deras.
Perlu diketahui
Tetaplah datar di dalam air dan beri jarak. Mengejar, menyentuh, atau berenang tepat di atas penyu menimbulkan stres bagi hewan dan ilegal menurut hukum Indonesia. Jika Anda mundur dan tenang, penyu biasanya tetap tinggal; jika Anda bergerak ke arah mereka, mereka pergi. Bawa masker dan snorkel sendiri jika Anda memilikinya, karena masker sewaan yang bocor menghabiskan waktu pertemuan yang tidak bisa diulang. Pilihlah perahu yang membatasi jumlah penumpangnya daripada memuat berlebihan, dan hindari operator yang melompat ke air untuk menggiring penyu ke kelompok Anda.
Mereka sepenuhnya penyu hijau dan penyu sisik liar yang mencari makan di terumbu karang lepas. Ini merupakan kegiatan snorkeling alami di lautan lepas, serta terpisah dari penetasan kecil di pulau-pulau tersebut yang membesarkan anakan tukik sebelum dilepas.
Ya. Di tempat-tempat tertentu seperti pantai timur laut Gili Trawangan Anda dapat menyeberang serta berenang menjauh ke arah terumbu karang tanpa menggunakan kapal. Tur perahu cukup menjangkau wilayah penyu lebih banyak di satu sesi, biasanya menyusuri sepanjang patung bawah air lepas pantai Gili Meno.
Tidak. Mereka merupakan hewan liar yang bergerak menyusuri kawasan tempat mencari makan serta muncul ke atas permukaan laut di jadwal alaminya sendiri, karenanya penampakan akan terasa biasa namun tiada kepastian. Berangkat saat masih awalan saat lautan lengang serta melintasi wilayah terumbu karang ganda dapat menunjang tingkat keberhasilan yang lebih banyak.
Teruslah menjaga jarak dan tahan di permukan air. Penyu perlu menempuh satu alur lega ke permukaan laut demi memperoleh udara pernapasan, kemudian membatasi gerak penyu adalah letak keteledoran awam yang berdampak buruk. Jangan pernah sentuh atau mengendarai makhluk-makhluk malang tersebut dan hindari mengejar seekor penyu saat menjauh pergi.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan