
Sebuah lingkaran yang terdiri dari 48 patung manusia seukuran aslinya yang ditenggelamkan di lepas pantai Gili Meno, kini ditumbuhi terumbu karang.
Nest adalah pahatan bawah air karya Jason deCaires Taylor, dipasang di lepas pantai Gili Meno pada tahun 2017: sebuah lingkaran yang terdiri dari 48 patung manusia seukuran aslinya yang berlutut dan berdiri di dasar laut, ditata membentuk lingkaran. Sang seniman menggambarkannya sebagai ruang lingkungan dan gema dari siklus kehidupan, dan ini dipesan oleh resor terdekat serta dihibahkan kepada masyarakat setempat.
Karya ini berada di kedalaman sekitar empat meter, cukup dekat untuk dicapai dengan berenang dari pantai menghadap barat, yang berarti para penikmat snorkeling dapat melihatnya dengan jelas dari permukaan tanpa perlu menyelam. Penyelam bebas dan penyelam scuba dapat mendekat dan bergerak melintasi lingkaran tersebut, namun tidak ada yang memerlukan sertifikasi untuk memahami maknanya.
Patung-patung ini dicetak dari semen laut ber-pH netral yang melapisi rangka baja tahan karat, dipilih agar karang, ganggang, dan spons menempel pada mereka. Hal ini merupakan tujuan utamanya dan bukannya sekadar efek samping: karya ini dirancang sebagai terumbu karang buatan, dan setelah beberapa tahun berada di dalam air, patung-patung tersebut tampak sangat berbulu dan terkolonisasi. Orang yang mengharapkan patung putih bersih seperti di foto rilis awal biasanya akan terkejut, walau pertumbuhan ini adalah bukti karya yang berfungsi sebagaimana mestinya ketimbang penelantaran.
Ini telah menjadi salah satu hal yang paling sering difoto di Kepulauan Gili, dan di situlah masalah utamanya. Menjelang pertengahan pagi, perahu-perahu akan bertumpuk di atas lingkaran yang lebarnya hanya beberapa meter, dan pada akhirnya Anda harus mengantre di perairan terbuka untuk mendapatkan pandangan yang jelas. Hampir seluruh pengalaman yang Anda dapatkan bergantung pada kapan Anda tiba, bukan pada apa yang Anda bawa.
Cara ke sana
Dari Gili Trawangan atau Gili Air, ini adalah perjalanan perahu yang singkat, dan perahu bawah kaca berangkat ke sana setiap harinya. Dari Gili Meno sendiri Anda sering kali dapat berenang keluar dari pantai yang menghadap ke barat, yang merupakan cara termurah dan paling tenang untuk melihatnya jika Anda memang menginap di pulau tersebut. Tidak ada tiket terpisah untuk patung ini sendiri. Posisinya di laut lepas dan aksesnya bergantung pada perahu atau pantai mana yang Anda lalui.
Waktu terbaik
Pilihlah perahu paling pagi, sebelum tur harian datang, demi air yang tenang, cahaya yang lebih baik, serta jauh lebih sedikit orang di atas situs kecil ini. Jarak pandang umumnya sangat baik pada musim kemarau di rentang Mei sampai September. Waktu siang menghadirkan keramaian ditambah ombak laut yang lebih berombak, dan saat kunjungan padat, lingkaran tersebut dapat dinaungi berbagai perahu di atasnya secara bersamaan.
Perlu diketahui
Arus bisa mengalir melintasi lokasi, jadi perenang yang kurang kuat sebaiknya memakai rompi pelampung dan tetap berada di dekat perahu daripada berenang sendiri menjauh. Tempat ini terlihat dekat dengan pantai tetapi tetaplah perairan terbuka. Jangan berdiri di atas, berpegang, atau memanjat patung-patungnya. Patung-patung tersebut kini merupakan permukaan terumbu hidup, dan pertumbuhan di atasnya rapuh sekaligus menjadi seluruh tujuan dari karya seni tersebut. Jika Anda menginginkan foto tanpa orang lain di dalamnya, satu-satunya cara yang pasti adalah naik perahu pertama hari itu.
Terdapat 48 patung figur ukuran asli, dipasang tahun 2017. Karya ini berjudul Nest dirancang oleh seniman asal Inggris Jason deCaires Taylor, yang mengkhususkan diri menggarap karya seni laut yang ditujukan bagi fungsi terumbu karang artifisial buatan. Sejumlah publikasi melontarkan hitungan berlainan, meskipun angka sebenarnya diungkap sang pengkarya yang bersangkutan merupakan 48 buah.
Di batas pantai seberang Barat dari batas Gili Meno, tanpa meliputi bagian Air maupun batasan pesisir Gili Trawangan, dalam ukuran garis batas pautan kedalaman di selisih lebih empat bentang meter beserta seukuran batas wajar capaian dari bibir pesisir tersebut. Beraneka tur jelajah rute laut bermula persimpangan serangkaian perhentian tiga pulau ini menuju kawasan bersinggah singgah titik ini.
Tidak sama sekali. Rangkaian bulatan ini bertempat sedalam lebih dari hitungan rentang empat meter semata, hal ini sangat kentara diamati melalui lapisan luar laut itu. Dengan perlengkapan selam memadai hanya bertujuan menyaksikan rupa jarak pendek seraya melewatinya.
Atas landasan hal tersebut digagas mulanya. Penampang wajah karya ini direkatkan wujud balutan cor bernuansa material samudra berlapis kerangka netral sehingga menopang suburnya formasi koloni terumbu laut menempel. Lama-kelamaan berlalunya dekade yang berganti maka tingkat suburnya kehidupan lautan mengitari porsinya sehingga tidak perlu keluhan mengenai kusam wujud terbengkalainya monumen rupa manusia tersebut.
Bergegas secepat fajar tiba merengkuh titik wilayah lautan, menjelang gerombolan kelompok wisata bertamu menjejali lokasi mungil ini. Saat mentari telah tinggi barisan kapal menginvasi cakupan laut dalam yang memanjang, yang membuat wisatawan menanti lama pada barisan alih-alih menyaksikan obyek laut yang diidamkan tersebut.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan