
Kawah aktif beruap yang dapat Anda daki melalui tangga untuk melihat langsung ke dalam lubang belerang.
Setelah matahari terbit, jip menurunkan Anda di Lautan Pasir, dan dari sana menuju Bromo adalah jalan kaki daripada pendakian berat. Kawah aktif ini berdiri di ketinggian sekitar 2.329 meter dan berada di tengah kaldera, sehingga menyeberangi dataran abu memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit berjalan kaki, melewati pura Hindu kecil Pura Luhur Poten, atau perjalanan lebih singkat dengan naik kuda yang menunggu di dekat area parkir. Bagian akhir adalah tangga beton. Hitungan anak tangga bervariasi antara 245 dan 250 tergantung sumber, dan tidak ada hitungan resmi yang pasti, jadi sekitar 250 adalah jawaban yang jujur.
Di bibir kawah Anda berdiri di dekat pagar pembatas di atas lubang abu-abu belerang yang mengeluarkan uap panas dan berbau telur busuk. Pagar pembatas hanya menutupi sebagian bibir kawah. Di luar pagar, tanah langsung menurun tanpa pengaman apa pun, dan tepiannya berupa abu longgar, jadi ini adalah tempat untuk memantapkan kaki dan melihat-lihat daripada berjalan mundur sambil membidik foto.
Satu hal penting yang perlu dipahami sebelum memesan tiket. Hingga Juli 2026, status Bromo berada di Level II (Waspada), dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi Indonesia melarang aktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah aktif, yang mencakup area tangga secara langsung, karena risiko erupsi freatik tiba-tiba tanpa peringatan. Operator tur tetap menjual pendakian kawah sebagai bagian dari aktivitas rutin dan media perjalanan lokal terus menggambarkannya sebagai hal yang normal. Keduanya tidak bisa benar secara bersamaan. Periksa status terkini melalui layanan Magma Indonesia atau kantor taman nasional daripada berasumsi bahwa pemandu yang melambaikan tangan menyuruh Anda naik tangga berarti kawah aman dibuka.
Cara ke sana
Kawah adalah perhentian kedua dalam tur jip standar, langsung setelah titik pandang matahari terbit. Jip diparkir di lautan pasir dan dari sana Anda menyeberangi pasir abu berjalan kaki sekitar 30 hingga 45 menit, atau menyewa kuda dengan tarif yang disepakati. Kuda hanya mencakup penyeberangan datar, bukan tangga, jadi sepakati harga dan apa saja yang termasuk sebelum naik. Tiket masuk menggunakan tiket TNBTS dan pemesanan online wajib yang sama dengan titik pandang matahari terbit, jadi tidak ada tiket tambahan yang harus dibeli di kawah. Tarif yang ditetapkan sejak Oktober 2024 dan masih berlaku pada tahun 2026 adalah IDR 54.000 untuk pengunjung domestik pada hari kerja, IDR 79.000 pada akhir pekan, dan IDR 255.000 flat untuk pengunjung asing, ditambah IDR 10.000 per kendaraan.
Waktu terbaik
Pergilah langsung setelah melihat matahari terbit, saat udara masih sejuk dan sebelum kerumunan pengunjung harian memadati tangga. Musim kemarau memberikan pijakan yang lebih kokoh di dataran abu, sedangkan musim hujan dapat membuat penyeberangan menjadi berlumpur dan pemandangan tertutup kabut. Selalu periksa terlebih dahulu apakah kawah dibuka, karena pengelola membatasi akses selama fase erupsi dan menutup seluruh area dari tanggal 6 hingga 12 April 2026 serta 30 Mei hingga 2 Juni 2026 untuk upacara Yadnya Kasada.
Perlu diketahui
Bawalah masker, buff, atau syal. Angin menerbangkan abu dan belerang di dataran ini yang dapat dengan mudah masuk ke mata, paru-paru, dan kamera. Kenakan sepatu tertutup dan bersiaplah jika sepatu Anda terisi debu abu-abu halus. Sepakati harga sewa kuda sebelum Anda naik, bukan setelahnya. Tangga itu sendiri pendek tetapi curam di ketinggian ini, anak tangganya terkikis dan sisi yang terbuka tidak memiliki pagar pengaman, jadi naiklah secara perlahan dan tetaplah di satu sisi ketika rombongan lain sedang turun. Jika Anda ragu dengan status keaktifan gunung api saat kunjungan, ini adalah perhentian yang layak dilewatkan daripada didebatkan di dataran abu pada pukul 7 pagi.
Sekitar 250 anak tangga. Sumber menyebutkan angka 245 dan 250 dan tidak ada hitungan resmi yang mutlak, jadi anggaplah angka tepatnya sebagai perkiraan saja. Tangganya pendek tetapi curam, dan ketinggian tempat membuat pendakian terasa lebih melelahkan daripada yang terlihat.
Ini tidak sepenuhnya jelas. Bromo berada di Level II (Waspada) sepanjang tahun 2026, dan rekomendasi Badan Geologi melarang aktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah, termasuk area tangga, sementara operator tur terus menjual pendakian ini. Periksa status terkini dengan pihak taman nasional atau layanan Magma Indonesia sebelum merencanakannya.
Itu opsional. Kuda membantu menyeberangi dataran abu datar hingga ke kaki tangga, tetapi tidak membawa Anda naik tangga. Ini berguna jika Anda lelah atau memiliki waktu terbatas, tetapi sepakati harga dan tempat penurunan dengan jelas sebelum naik.
Sediakan waktu sekitar dua jam dari jip. Berjalan kaki menyeberangi abu memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit sekali jalan, ditambah waktu mendaki tangga dan di bibir kawah. Naik kuda mempersingkat waktu penyeberangan tetapi tidak membantu pendakian tangga.
Ya. Pura Luhur Poten, pura Hindu Tengger, berdiri di dataran abu di bawah kawah dan menjadi pusat upacara tahunan Yadnya Kasada, saat sesaji dibawa mendaki tangga dan dilemparkan ke dalam kawah. Taman nasional ditutup sepenuhnya untuk umum selama upacara, yang jatuh pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni pada tahun 2026.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan