Pulau Moyo adalah perjalanan sampingan dari Sumbawa yang paling mudah dipahami: menyeberang dengan perahu, mengunjungi air terjun Mata Jitu, menambahkan singgah untuk snorkeling jika kondisinya bagus, lalu memutuskan apakah akan kembali di hari yang sama atau menginap di pulau. Logistiknya sederhana begitu Anda berada di Sumbawa Besar, tetapi tidak cukup santai untuk dibiarkan tanpa rencana. Perahu, transportasi menuju air terjun, serta pasang surut dan cuaca semuanya menentukan jalannya hari Anda.
Moyo adalah persinggahan terindah dalam panduan wisata Sumbawa kami, dan tambahan yang mudah untuk perjalanan yang lebih luas keliling pulau.
Air Terjun Mata Jitu
Bintang utama dari Pulau Moyo adalah Mata Jitu, rangkaian air terjun bertingkat rendah dengan kolam-kolam berwarna pucat di dalam pulau. Anda bisa berenang di bagian yang lebih tenang ketika kondisi setempat memungkinkan, dan tempat ini jauh lebih menyenangkan pada pagi hari dibandingkan tengah hari. Lokasinya berada di pedalaman dari pesisir, biasanya dicapai dengan transportasi ojek setempat dari Labuan Aji dilanjutkan jalan kaki singkat, jadi perhitungkan perpindahan di dalam pulau setelah penyeberangan dengan perahu.

Lebih dari Sekadar Air Terjun
Moyo bukan hanya satu persinggahan jika Anda memberinya waktu. Diwu Mbai adalah air terjun yang lebih kecil dengan kolam alami, dan perjalanan perahu sering menambahkan snorkeling di sekitar area terumbu atau gosong pasir terdekat ketika laut tenang. Pulau ini juga memiliki kawasan pedalaman yang dilindungi dengan satwa liar, meskipun perjumpaan tidak dijamin. Bagi sebagian besar pelancong mandiri, versi terbaiknya adalah hari yang santai yang memadukan Mata Jitu, makan siang di atau dekat Labuan Aji, dan satu persinggahan air alih-alih daftar centang yang terburu-buru.
Cara Menuju Moyo

Labuan Bajo, Flores
Trip kapal di sebelah timur Sumbawa
Tiga hari dua malam keliling Taman Nasional Komodo dari Labuan Bajo, lanjutan yang wajar kalau Anda memang sedang menyusuri pulau ke arah ini.
Moyo terletak di lepas pantai utara Sumbawa, biasanya dikunjungi dari kawasan Sumbawa Besar. Pertama, capailah Sumbawa Besar dengan penerbangan atau jalur darat dari Lombok, lalu aturlah perahu menuju Labuan Aji atau titik pendaratan pulau yang sesuai. Pilihan perahu umum secara mandiri bisa lambat dan tidak teratur, sehingga sebagian besar pelancong menggunakan perahu sehari pribadi atau yang sudah terorganisasi. Pastikan apa saja yang termasuk: antar-jemput hotel, perahu, jaket pelampung, transportasi menuju air terjun, biaya masuk, makan siang, dan perlengkapan snorkeling.

Kapan Berkunjung dan Berapa Lama
Bulan-bulan kemarau paling mudah untuk penyeberangan perahu, akses ke air terjun, dan jarak pandang snorkeling. Wisata sehari sudah cukup untuk Mata Jitu dan satu persinggahan air jika Anda berangkat pagi-pagi, tetapi menginap membuat kunjungan terasa tidak sekadar transaksional dan memberi Anda peluang lebih baik untuk mencapai air terjun sebelum para wisatawan harian. Hindari rencana yang terlalu padat pada periode laut bergelombang; hari berperahu di pulau kecil membutuhkan kelonggaran cuaca.
Ke air terjun lebih awal
Mata Jitu paling ramai oleh pengunjung harian pada tengah hari. Menginaplah di dekatnya atau berangkat saat fajar, dan Anda bisa menikmati kolam turkuois sendirian sebelum perahu tiba dari daratan.
Memasukkan Moyo ke dalam Perjalanan
Sebagian besar orang menggabungkan Moyo ke dalam perjalanan Sumbawa yang lebih luas alih-alih mengunjunginya sendirian, memadukannya dengan pesisir selancar atau hiu paus di Teluk Saleh. Moyo menjadi penyeimbang yang lembut dan indah bagi daya tarik yang lebih aktif itu. Untuk seluruh pulau dan cara mencapainya, lihat panduan wisata Sumbawa kami, dan rencanakan perjalanan bersama kami.

Ditulis oleh
Asik Travel Editorial
Editor perjalanan lokal
Kami menulis dari pulau-pulau yang kami jual, dengan catatan langsung dari pemandu dan operator kami.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mencapai Pulau Moyo?
Moyo terletak di lepas pantai utara Sumbawa dan biasanya dikunjungi dari kawasan Sumbawa Besar. Capai Sumbawa Besar dengan penerbangan atau jalur darat dari Lombok, lalu aturlah perahu ke Labuan Aji atau titik pendaratan pulau yang sesuai. Pilihan perahu umum secara mandiri bisa lambat dan tidak teratur, jadi kebanyakan pelancong memakai perahu harian privat atau yang terorganisir, dan ada baiknya memastikan persis apa saja yang termasuk: antar jemput hotel, perahu, pelampung, transportasi ke air terjun, tiket masuk, makan siang dan peralatan snorkeling.
Seperti apa air terjun Mata Jitu, dan bisakah berenang di sana?
Mata Jitu adalah rangkaian riam rendah dan kolam alami berwarna pucat di pedalaman dari pesisir, dan Anda bisa berenang di bagian yang lebih tenang saat kondisi setempat memungkinkan. Biasanya dicapai dengan ojek setempat dari Labuan Aji lalu berjalan kaki sebentar, jadi anggarkan perpindahan di pulau itu di luar biaya penyeberangan perahu. Jauh lebih baik dikunjungi pagi hari daripada tengah hari.
Sebaiknya saya mengunjungi Pulau Moyo sebagai perjalanan sehari atau menginap?
Perjalanan sehari mencakup Mata Jitu dan satu perhentian air jika Anda berangkat pagi-pagi. Menginap membuat kunjungannya terasa tidak sekadar transaksi dan memberi peluang jauh lebih besar untuk mencapai air terjun sebelum rombongan harian datang dari daratan. Bagaimanapun, hindari rencana yang terlalu ketat pada periode laut berombak, karena hari berperahu di pulau kecil butuh kelonggaran cuaca.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Pulau Moyo?
Bulan-bulan kering paling mudah, kira-kira April sampai Desember, untuk penyeberangan perahu, akses ke air terjun dan jarak pandang snorkeling. Kondisi laut menentukan jalannya hari lebih daripada apa pun, jadi sisakan sedikit kelenturan dalam rencana. Berangkat saat cahaya pertama juga membantu Anda mendahului perahu tengah hari menuju kolam-kolamnya.
Apa lagi yang bisa dilakukan di Moyo selain Mata Jitu?
Diwu Mbai adalah air terjun yang lebih kecil dengan kolam alami, dan perjalanan perahu sering menambahkan snorkeling di sekitar terumbu atau gosong pasir terdekat saat laut tenang. Pulau ini juga punya kawasan pedalaman yang dilindungi dengan satwa liar, meski perjumpaan tidak dijamin. Bagi kebanyakan pelancong mandiri, versi terbaiknya adalah hari yang lambat menggabungkan Mata Jitu, makan siang di atau dekat Labuan Aji, dan satu perhentian air, alih-alih daftar centang yang terburu-buru.

