
Pulau Moyo di lepas pantai Sumbawa: cara mencapai air terjun Mata Jitu yang berwarna toska, apa lagi yang bisa dilihat di cagar alam yang dilindungi ini, snorkeling, dan waktu terbaik untuk berkunjung.
Pulau Moyo adalah perjalanan sampingan dari Sumbawa yang paling mudah dipahami: menyeberang dengan perahu, mengunjungi air terjun Mata Jitu, menambahkan singgah untuk snorkeling jika kondisinya bagus, lalu memutuskan apakah akan kembali di hari yang sama atau menginap di pulau. Logistiknya sederhana begitu Anda berada di Sumbawa Besar, tetapi tidak cukup santai untuk dibiarkan tanpa rencana. Perahu, transportasi menuju air terjun, serta pasang surut dan cuaca semuanya menentukan jalannya hari Anda.
Moyo adalah persinggahan terindah dalam panduan wisata Sumbawa kami, dan tambahan yang mudah untuk perjalanan yang lebih luas keliling pulau.
Bintang utama dari Pulau Moyo adalah Mata Jitu, rangkaian air terjun bertingkat rendah dengan kolam-kolam berwarna pucat di dalam pulau. Anda bisa berenang di bagian yang lebih tenang ketika kondisi setempat memungkinkan, dan tempat ini jauh lebih menyenangkan pada pagi hari dibandingkan tengah hari. Lokasinya berada di pedalaman dari pesisir, biasanya dicapai dengan transportasi ojek setempat dari Labuan Aji dilanjutkan jalan kaki singkat, jadi perhitungkan perpindahan di dalam pulau setelah penyeberangan dengan perahu.
Moyo bukan hanya satu persinggahan jika Anda memberinya waktu. Diwu Mbai adalah air terjun yang lebih kecil dengan kolam alami, dan perjalanan perahu sering menambahkan snorkeling di sekitar area terumbu atau gosong pasir terdekat ketika laut tenang. Pulau ini juga memiliki kawasan pedalaman yang dilindungi dengan satwa liar, meskipun perjumpaan tidak dijamin. Bagi sebagian besar pelancong mandiri, versi terbaiknya adalah hari yang santai yang memadukan Mata Jitu, makan siang di atau dekat Labuan Aji, dan satu persinggahan air alih-alih daftar centang yang terburu-buru.
Moyo terletak di lepas pantai utara Sumbawa, biasanya dikunjungi dari kawasan Sumbawa Besar. Pertama, capailah Sumbawa Besar dengan penerbangan atau jalur darat dari Lombok, lalu aturlah perahu menuju Labuan Aji atau titik pendaratan pulau yang sesuai. Pilihan perahu umum secara mandiri bisa lambat dan tidak teratur, sehingga sebagian besar pelancong menggunakan perahu sehari pribadi atau yang sudah terorganisasi. Pastikan apa saja yang termasuk: antar-jemput hotel, perahu, jaket pelampung, transportasi menuju air terjun, biaya masuk, makan siang, dan perlengkapan snorkeling.
Bulan-bulan kemarau paling mudah untuk penyeberangan perahu, akses ke air terjun, dan jarak pandang snorkeling. Wisata sehari sudah cukup untuk Mata Jitu dan satu persinggahan air jika Anda berangkat pagi-pagi, tetapi menginap membuat kunjungan terasa tidak sekadar transaksional dan memberi Anda peluang lebih baik untuk mencapai air terjun sebelum para wisatawan harian. Hindari rencana yang terlalu padat pada periode laut bergelombang; hari berperahu di pulau kecil membutuhkan kelonggaran cuaca.
Go to the falls early
Mata Jitu is busiest with day-trippers in the middle of the day. Stay nearby or set out at first light, and you can have the turquoise pools to yourself before the boats arrive from the mainland.
Sebagian besar orang menggabungkan Moyo ke dalam perjalanan Sumbawa yang lebih luas alih-alih mengunjunginya sendirian, memadukannya dengan pesisir selancar atau hiu paus di Teluk Saleh. Moyo menjadi penyeimbang yang lembut dan indah bagi daya tarik yang lebih aktif itu. Untuk seluruh pulau dan cara mencapainya, lihat panduan wisata Sumbawa kami, dan rencanakan perjalanan bersama kami.

Written by
Asik Travel Editorial
Local travel editors
We write from the islands we sell, with first-hand notes from our guides and operators.
Bintang utama Pulau Moyo adalah Mata Jitu, rangkaian air terjun bertingkat rendah dengan kolam-kolam berwarna pucat di dalam pulau. Anda bisa berenang di bagian yang lebih tenang ketika kondisi setempat memungkinkan, dan tempat ini jauh lebih menyenangkan pada pagi hari dibandingkan tengah hari.
Moyo terletak di lepas pantai utara Sumbawa dan biasanya dikunjungi dari kawasan Sumbawa Besar. Pertama, capailah Sumbawa Besar dengan penerbangan atau jalur darat dari Lombok, lalu aturlah perahu menuju Labuan Aji atau titik pendaratan pulau yang sesuai. Pilihan perahu umum bisa lambat dan tidak teratur, sehingga sebagian besar pelancong menggunakan perahu sehari pribadi atau yang sudah terorganisasi.
Wisata sehari sudah cukup untuk Mata Jitu dan satu persinggahan air jika Anda berangkat pagi-pagi. Menginap membuat kunjungan terasa tidak sekadar transaksional dan memberi Anda peluang lebih baik untuk mencapai air terjun sebelum para wisatawan harian tiba.
Diwu Mbai adalah air terjun yang lebih kecil dengan kolam alami, dan perjalanan perahu sering menambahkan snorkeling di sekitar area terumbu atau gosong pasir terdekat ketika laut tenang. Pulau ini juga memiliki kawasan pedalaman yang dilindungi dengan satwa liar, meskipun perjumpaan tidak dijamin.
Bulan-bulan kemarau paling mudah untuk penyeberangan perahu, akses ke air terjun, dan jarak pandang snorkeling. Hindari rencana yang terlalu padat pada periode laut bergelombang, karena hari berperahu di pulau kecil membutuhkan kelonggaran cuaca.