
Kerucut vulkanik tidak aktif yang menjadi jangkar taman laut ini, dengan dinding curam di sekeliling kakinya.
Manado Tua adalah kerucut vulkanik tinggi yang terlihat dari tepi laut kota, dari setiap perahu selam dan dari setiap pantai di dalam taman laut. Namanya berarti Manado Lama, dan gunung api tidak aktif ini menjulang langsung dari laut hingga lebih dari enam ratus meter, yang menjadikannya titik tertinggi di Taman Nasional Bunaken sekaligus alasan seluruh kawasan ini begitu bagus difoto.
Di bawah air, tempat ini berbeda sama sekali dari Pulau Bunaken. Lereng di sekitar kakinya turun cepat ke perairan dalam yang jernih, dan titik-titik selam di sini, termasuk Muka Kampung dan Tanjung Kopi, berada di jalur air yang bergerak. Pada pasang yang tepat, arus itu menarik ikan-ikan yang lebih besar, kawanan ikan jack dan barakuda, dan sesekali sesuatu yang lebih besar lagi yang kebetulan lewat. Pada pasang yang salah, penyelamannya jadi kerja keras dan tidak banyak yang bisa dipegang.
Ini bukan penyelaman untuk pemula. Arus di sekitar kerucut ini bisa mengalir kuat dan bisa bergerak vertikal maupun horizontal, yang tidak menyenangkan kalau Anda tidak menduganya, jadi ini titik selam yang harus dilakukan bersama pemandu yang hafal tabel pasang surut, dan sebaiknya dilewati kalau jam selam Anda masih kurang dari dua lusin penyelaman.
Di atas permukaan, pendakian curam ke puncak bisa diatur bersama pemandu lokal dari desa-desa di pulau itu. Pendakiannya panas dan berat, melewati lahan pertanian dan hutan dengan naungan terbatas, dilakukan pagi-pagi sekali atau tidak sama sekali, dan pemandangan dari puncak ke seluruh taman laut adalah imbalannya. Sebagian besar pengunjung tidak pernah melakukannya, dan menikmati Manado Tua semata sebagai latar belakang sisa perjalanan mereka. Itu pilihan yang sepenuhnya masuk akal.
Cara ke sana
Manado Tua adalah salah satu pulau terluar taman laut ini, sekitar satu jam dengan perahu dari Manado dan lebih singkat lagi dari Bunaken atau Siladen. Perahu selam memasukkan titik-titiknya ke dalam trip harian ketika pasang surutnya mendukung, jadi biasanya Anda tidak memesannya sebagai tujuan tersendiri. Pendakian ke puncak diatur melalui pemandu lokal di desa-desa di pulau tersebut, yang dalam praktiknya berarti meminta resor atau pusat selam Anda yang mengaturnya, bukan datang begitu saja dan berharap. Tiket masuk Taman Nasional Bunaken berlaku bagi siapa pun yang masuk ke air. Bandara Sam Ratulangi Manado (MDC) melayani kawasan ini, sekitar satu jam dari pelabuhan tergantung lalu lintas.
Waktu terbaik
Bulan-bulan yang lebih kering, kira-kira April sampai November, memberi penyeberangan paling tenang dan jarak pandang terbaik, dan itu penting di sini karena titik-titik selamnya terbuka dan perjalanan perahunya lebih panjang. Untuk menyelam, pasang surut lebih menentukan daripada bulannya: pemandu yang memilih jendela waktunya dan akan mengubah rencana di hari itu juga. Untuk pendakian, berangkatlah saat fajar, karena jalurnya curam, sebagian besar tanpa naungan dan kejam begitu matahari naik.
Perlu diketahui
Percayakan penilaian pemandu Anda soal apakah titik-titik di sekitar kerucut ini layak diselami hari itu. Arus di sini bisa kuat dan bisa mencakup arus turun, dan jawaban jujurnya adalah inilah bagian taman laut yang menuntut pengalaman. Kalau Anda mendaki, pergilah bersama pemandu lokal, bukan sendirian, bawa air jauh lebih banyak daripada yang terasa perlu, dan siapkan diri untuk memanjat berkeringat, bukan berjalan santai. Pakai sepatu yang layak dan berangkat pagi. Bagaimanapun juga, perjalanan perahu mengelilingi pulau di penghujung hari menyelam layak dinikmati dari atas geladak, karena kerucut itu menangkap cahaya terakhir lebih baik daripada apa pun di Sulawesi Utara.
Bisa, gunung api ini bisa didaki sampai puncak bersama pemandu lokal dari desa-desa di pulau tersebut, tetapi pendakiannya curam, panas dan menuntut, di jalur yang sebagian besar tanpa naungan. Mulailah saat fajar. Sebagian besar pengunjung memilih mengaguminya dari atas air, dan itu pilihan yang wajar.
Gunung ini dianggap tidak aktif, tanpa aktivitas erupsi saat ini. Perannya adalah sebagai pusat pemandangan Taman Nasional Bunaken dan titik tertinggi taman laut tersebut dengan ketinggian lebih dari enam ratus meter, bukan sebagai bahaya.
Sering kali tidak. Beberapa titik di sekitar kerucut ini bisa membawa arus kuat, kadang termasuk gerakan vertikal, dan bergantung pada ketepatan waktu pasang surut. Titik-titik ini lebih cocok untuk penyelam bersertifikat yang berpengalaman. Penyelam yang lebih baru lebih terlayani oleh dinding-dinding di Pulau Bunaken.
Lereng dan dinding curam yang turun ke perairan dalam, dengan peluang melihat kawanan ikan jack, barakuda dan ikan besar lainnya ketika arus sedang mengalir. Ini titik selam di mana kondisi menentukan penyelaman jauh lebih besar daripada di dinding Bunaken yang terlindung.
Ini pendakian curam selama beberapa jam naik dan turun dari desa-desa di kakinya, tergantung kecepatan dan kondisi, dan pemandu berangkat pagi-pagi untuk menghindari panas tengah hari. Aturlah melalui resor atau pusat selam Anda, bukan saat sudah tiba.
Masukkan ke dalam rute keliling Indonesia, dan kami akan menghitung waktu tempuh serta biaya antar setiap titik.
Rencanakan perjalanan